10 Mei 2011

5 HAL TERBESAR PENYEBAB STRES MENJELANG PERNIKAHAN DAN CARA MENGATASI

Pada artikel pernikahan sebelumnya MJ telah sharing tentang stres saat melakukan perencanaan pernikahan yang dikarenakan berbagai macam keperluan persiapan pernikahan yang didasari keinginan atau harapan, dengan menyadari adanya keterbatasan pada modal/uang, waktu dan lain sebagainya. Lebih mudah mengatasi suatu stres jika kita mengetahui asal atau sumber dari stres tersebut. Berikut merupakan 5 hal terbesar yang dapat membuat Kita stres menjelang pernikahan versi MJ:
Vendor Pernikahanan
Terkadang orang-orang ini berfokus pada “memperoleh penghasilan”, sehingga tidak jarang mereka melakukan persuasif dengan sedikit tekanan pada Ladies…agar memilih tawaran mereka yang lebih mahal dari budget yang kita miliki. So, Ladies…buatlah daftar anggaran sesuai dengan kemampuan dan harga pasar kemudian taatilah. Jika mulai tergoda dengan penawaran yang lebih tinggi dari budget kita, katakan dengan tegas “Maaf. Sepertinya itu di luar batas anggaran saya. Saya harus pulang dahulu, dan membuat perhitungan kembali mungkin ada beberapa item yang anggarannya dapat disesuaikan kembali, sekaligus berbicara dengan keluarga saya”. Sebaiknya tidak membuat keputusan menggunakan jasa suatu vendor di stand atau workshop vendortersebut. Buatlah keputusan di rumah, sebab Ladies lebih berpikiran jernih dalam mengambil keputusan dan tanpa adanya tekanan.
Adanya teman-teman/Anggota keluarga yang berselisih/bertengkar
Ketika kita melibatkan teman-teman atau anggota keluarga yang saling berselisih atau sedang bertengkar untuk berpartisipasi pada persiapan pernikahan kita, tentu harus dipikirkan kembali. Sebab sering kali mereka yang berselisih ini kurang dapat menempatkan diri sehingga kurang dapat melaksanakan tugas secara optimal, dan akhirnya justru menghambat kesuksesan acara pernikahan. Jika mengharuskan mengikut sertakan mereka, sebaiknya lakukan pendekatan dengan duduk bersama secara kekeluargaan ungkapkan betapa besar harapan kita pada mereka untuk turut serta menyukseskan acara, dan meminta secara baik-baik agar mereka hanya fokus pada acara pernikahan. 
Ladies.. juga dapat berkonsultasi pada wedding planner kepercayaan tentang masalah ini, sehingga dapat membantu mengambil keputusan yang terbaik. 

Pendapat Orang Lain bahkan kadang terkesan seperti Komentar Kritik
Beberapa orang akan ingin mengetahui rincian pernikahan kita dan orang tersebut pasti akan memiliki pendapat atau komentar yang belum tentu sesuai degan kita. Dengarkan apa yang mereka katakan, tetapi sebagai masukan bukan untuk wajib dilaksanakan atau dimasukkan ke hati. Sebab tidak sedikit diantara mereka mengatakan dengan seolah-olah mereka yang paling tahu segala kondisi persiapan pernikahan kita seperti budget dan keinginan kita. Jadi ketika mereka berkomentar dengan sedikit ada penekanan..gunakan mantra ini dalam asumsi kita “ Mereka bukanlah orang menikah, melainkan kita”. Jika Ladies terus-terusan mendengarkan apa yang orang pikir, maka akan memiliki pernikahan mishmosh yang tidak akan mencerminkan siapa kita sedikit pun. Ingat, jangan beranggapan kita menikah hanya untuk menyenangkan mereka. No…No..No…

Orang Tua
Wah banyak alasan mengapa orang tua dapat menyebabkan kita stres, diantaranya keinginan atau konsep pernikahan kita dan orang tua berbeda, sedangkan orang tua masih merasa memiliki kita atau mereka yang membiayai, di lain sisi orang tua kadang mengalami stres sebab kita akan keluar dan memiliki peranan “menjadi istri orang”, setelah sekian lama kita hanya mengabdi dan bersama mereka. Dan masih banyak alasan-alasan yang lain. Maka hal yang terpenting adalah komunikasi aktif dengan orang tua, duduklah dengan orang tua dari awal proses perencanaan pernikahan untuk mencari tahu apakah mereka ingin memberi uang untuk pernikahan dan berapa banyak. Sebelum melangkah lebih jauh, membuat mereka setuju pada sejumlah daftar orang yang akan diundang dalam pernikahan. Berbicara dengan mereka secara umum tentang ide-ide awal Anda termasuk konsep/style, lokasi dan lain-lain. Kemudian cobalah untuk menghindari perselisihan. Jangan menjanjikan sesuatu pada Ortu  jika Ladies belum bicara dengan tunangan tentang hal tersebut. Jangan melupakan visi dalam pernikahan- menulis di selembar kertas besar ditempel di samping telepon, jika perlu. Cobalah untuk membiarkan orang tua merasa terlibat dengan memberikan beberapa tugas pada mereka untuk membantu Anda, misalnya memilih catering, atau tugas-tugas seperti membandingkan harga, pengorganisasian diskon hotel untuk tamu dan lain sebagainya.
Pasangan Kita
Menurut banyak pengakuan teman MJ, nomor satu orang yang akan membuat kita paling stresadalah seseorang yang nantinya kita akan menghabiskan sisa hidup dengannya alias pasangan kita. Keluhan yang paling umum adalah "Dia tidak melakukan apa pun untuk membantu dengan pernikahan" dan "dia tidak pernah berbicara tentang sesuatu selain pernikahan." Hindari ini dengan beberapa perencanaan sederhana. Menurut pakarnya sih, cara terbaik adalah sebagai berikut: komunikasi, atau duduklah dengan wedding planner dan membagi daftar tugas ke pengantin wanita, mempelai pria, dan bersama-sama. Sehingga masing-masing akan tahu bahwa memiliki kontrol kreatif sesuai dengan daftar tugas yang harus dilakukan dan bertanggung jawab atasnya.Jangan lupa untuk anggaran! Karena uang adalah sebuah hal yang mudah untuk memancing pertengkaran, pastikan Ladies membicarakan dan membuat keputusan tentang penganggaran dari awal proses perencanaan, setuju pada berapa banyak uang yang akan dikeluarkan.
Selanjutnya, duduk dan buat dengan kalender persiapan bersama. Untuk memberitahukan berapa lama waktu yang Ladies dan pasangan miliki untuk menyiapkan segala keperluan perencanaan pernikahan. Jangan terlalu tegang atau seperti terkejar oleh waktu, nikmati segala prosesnya sebab masih terdapat banyak hal yang akan menyenangkan, misalnya jalan-jalan sambil memeriksa lokasi pernikahan, mencoba atau test food makanan, berlatih tarian atau dansa (jika ada wedding dance) dan lain sebagainya. Kemudian, jadwal malam “NO WEDDING” disini Ladies dan pasangan sepakat  tidak membahas soal wedding untuk melepas kepenatan atau stres menjelang pernikahan. Beberapa orang memilih malam minggu sebagai malam “NO WEDDING”… Ladies bisa mengisi malam itu dengan acara nge-date dengan pasangan, jalan-jalan santai, bersantai di rumah, dan lain sebagainya.

0 komentar:

Poskan Komentar