10 Mei 2011

TIPS PERNIKAHAN: MENGATASI STRES MENJELANG PERNIKAHAN (PERSIAPAN ACARA)

Stres  menjelang acara pernikahan pernah dialami oleh MJ dan sabahat, bahkan ada pula yang hanya gara-gara beda pendapat tentang tema pernikahan, mereka memutuskan untuk menggagalkan pernikahan. Sayang sekali kan…!!! Yah begitulah kadang stres pernikahan juga dapat menyebabkan seseorang mengambil keputusan ketika emosi dengan kondisi kurang berpikir lebih jernih dan menjadi lebih keras kepala. Meskipun ujung-ujungnya akan menyesali keputusan tersebut. Tetapi MJ sangat berharap hal ini tidak terjadi pada Ladies…
Pada artikel pernikahan sebelumnya MJ berbagi tentang penyebab dan gejala-gejala stres menjelang pernikahan, kini saatnya MJ ingin sharing beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi stres menjelang pernikahan.  Sebenarnya sih klo menurut para ahli psikologi dan wedding planner, banyak cara yang dapat dilakukan. Tapi kali ini, cara mengatasi stres menjelang pernikahan yang sumbernya dapat dikendalikan yakni hal-hal yang berhubungan dengan perencanaan acara pernikahan, tentunya versi MJ. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi stres saat perencanaan acara pernikahan
  • Pertama untuk mengatasi stres, Ladies harus terlebih dahulu dapat mengenali dan mengelola penyebab atau sumber stres dari segi internal atau dari Kita sendiri. Kemudian mengambil alih pengendalian sumber stres tersebut. Jika mengalami gejala kelebihan beban stres, mempertimbangkan apa yang dapat Ladies..  lakukan untuk mengurangi beban stres yang terjadi.

  • Komunikasikan alias curhat pada pasangan dan ungkapkan segala perencanaan pernikahan yang mencerminkan keinginan kita. Tentu saja, pernikahan yang indah dan benar-benar layak dengan segala usaha dan kondisi keuangan kita. Kadang, beberapa pasangan memulai rencana pernikahan yang cukup rumit tanpa berhenti dengan segala asumsi yang belum teruji kebenarannya, ini akibat dari adanya perbedaan pendapat dengan pasangan. Maka tidak ada salahnya jika dalam perencanaan Ladies juga sharing pada yang lebih ahli, sehingga tidak menimbulkan asumsi-asumsi  yang belum pasti. Misalnya minta sedikit masukan dari saudara atau teman yang pernah menikah, keluarga atau sahabat yang memiliki pekerjaan yang berhubungan dengan wedding, atau konsultasi-konsultasi gratis pada wedding planner, forum-forum  di internet yang sifatnya tidak mengikat. Contohnya Ladies bisa mengkonsultasikan pada Venus Diamante Wedding Planner yang free konsultasi.


  • Kadang bersikeras dengan keinginan kita yang berbeda pendapat dengan pasangan. Maka ketika berkonsultasi ungkapkan segala perbedaan dan ambil sisi positif dan negatifnya. Ketika pilihan Ladies tidak digunakan, cobalah bersikap menerima hasil keputusan dengan berfikir dari sisi positif hasil keputusan tersebut. Sebab masih banyak hal lain yang harus ladies pikirkan.

  • Sebaiknya saling terbuka dan apa adanya ketika melakukan perencanaan pernikahan dengan pasangan dan pihak-pihak yang lain seperti orang tua, sahabat atau teman yang akan berpartisipasi hingga dengan vendor. Sehingga mereka tahu dan memaklumi segala keterbatasan yang kita miliki, bahkan dapat membantu mencari solusi. Sebab untuk menciptakan pesta pernikahan yang berkesan, selain dibutuhkan kerja keras juga dibutuhkan kekompakan tim yang saling bekerja sama.


  • Jangan malu untuk mengatakan ketidaksanggupan untuk menyelesaikan semua masalah pernikahan. Jangan pula malu bertanya jika Ladies kurang ahli atau mengerti akan sesuatu hal yang berhubungan dengan perencanaan pernikahan. Maka mungkin Ladies bisa mendelegasikan tugas pada pasangan atau teman, orang tua yang memberi kesanggupan untuk membantu. Biarkan layanan vendor pernikahan yang menanggung beberapa beban, sebab mereka telah dalam hal pernikahan.

  • Terimalah bahwa Ladies memiliki batas-batas kendali dalam pernikahan. Setiap acara yang melibatkan orang lain begitu banyak akan memiliki beberapa ketidaksempurnaan. Apa yang terjadi tidak sesuai dengan rencana dapat menjadi sebuah cerita pernikahan dihargai dalam tahun-tahun mendatang. 

  • Ladies mungkin dapat mengatur untuk mengurangi beban kerja harian dengan mengambil cuti beberapa waktu sebelum pernikahan.  

  • Meskipun menurut banyak ahli, banyak cara untuk mengatasi stres, tetapi semuanya berpendapat dengan merokok dan meminum minuman alkohol bukanlah solusi yang tepat.
So Ladies diatas merupakan beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi sumber stres yang “terkendali”. Jangan takut dengan sumber stres yang tidak terkendali, sebab banyak strategi yang dapat dilakukan dengan memberi motivasi intrinsik (dari dalam diri) dan mengatasi reaksi stres yang akan MJ bagi di artikel pernikahan yang lain. Dan yang terpenting Ladies….jangan lupa berdoa kepada Tuhan…sebab aura positif dari berdoa cukup membantu mempertebal mental, sehingga kita masih dapat mengendalikan emosi dengan baik, dan memberi dorongan/motivasi,  kita lebih bersemangat dalam melakukan segala prosedur sesuai dengan perencanaan perencanaan dalam pernikahan…sehingga pernikahan indah dan berkesan pun terwujud... Amien...GBU…^.^ 

0 komentar:

Posting Komentar